Dulu sebelum pencalonan Pak Jokowi menjadi
presiden, beliau pernah mengatakan tidak akan bagi-bagi kursi ketika
menjadi presiden. Di dalam website www.jokowi.id
dijelaskan bahwa Pak Jokowi akan memulai memulai budaya baru dalam
merangkul partai lain untuk mendukungnya menjelang pemilihan presiden
2014. Gubernur DKI Jakarta ini tidak ingin ada bagi-bagi kursi menteri
dalam melakukan kerjasama dengan partai politik.
“Semua
parpol saya ajak kerjasama. Tapi kerjasama ini bukan bagi-bagi kursi.
Saya ajak untuk bersama-sama. Kalau semua parpol mau, ya ayo, tapi kalau
hanya satu parpol yang mau, ya tidak apa-apa. Sudah cukup,” ujar Jokowi
dalam pertemuan dengan Forum Pemred di Restoran Horapa, Menteng,
Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2014) malam.
Karena
sudah menjadi tekadnya, maka Pak Jokowi akan terus konsisten
merealisasikan bekerja sama dengan parpol-parpol tanpa bagi-bagi kursi.
Dengan kerjasama model ini, Jokowi berharap bisa membentuk kabinet
kerja, bukan kabinet politik.
Pilpres
telah terlaksana, akhirnya pak Jokowi yang berpasangan dengan Pak Jusuf
Kalla unggul dalam perolehan suara. Dengan begitu pasangan Jokowi-JK
yang jadi pemenang. Sebelum dilantik pasangan capres cawapres pemenang
sudah mulai menyusun formulasi susunan kabinetnya. Pak Jokowi
menjanjikan akan menyusun kabinet yang ramping, tidak gendut, berasal
dari kalangan profesional bukan dari kalangan parpol.
Setelah
rakyat dibuat penasaran dengan pengumuman struktur kabinet Jokowi-JK,
akhirnya diumumkan juga. Kabinet Jokowi-JK digadang-gadangkan akan
menjadi kabinet yang ramping. Selain ramping kabinet Jokowi-JK juga
diisukan akan berisi orang-orang dari kalangan profesional, tidak
bagi-bagi kursi kepada partai pendukung. Dengan alasan biar bisa kerja
maksimal, lebih merakyat dan menjadi milik rakyat. Selain agar lebih
banyak membantu presiden dalam menjalankan program pemerintahan dengan
maksimal, diangkatnya menteri dari kalangan profesional alasan lainnya
adalah biar tidak terkungkung oleh kepentingan parpol pengusung.
Beberapa
waktu yang lalu susunan struktur kabinet Jokowi-JK sudah diumumkan
langsung oleh pak Jokowi. Jumlah menteri dalam kabinet baru tersebut
berjumlah 34 menteri, yang terdiri dari 18 profesional dan 16
profesional partai. Selain strukturnya yang sudah diumumkan, nama-mana
yang akan menduduki kursi menteri pun sudah mulai beredar. Dari 34
menteri semuanya berasal dari profesional, tidak ada tempat untuk kader
partai.
Bagi
wong cilik yang memenangkan pasangan Jokowi-JK patut berterima kasih
pada pak Jokowi dan pak JK, serta tim transisi yang telah menepati
janji. Mereka berjanji tidak akan bagi-bagi kursi, mereka berjanji
mencari menteri dari kalangan profesional, dan mereka menepati janji
mereka. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menepati janji. Dari 34
menteri tersebut, apakah itu termasuk ramping atau gendut, yang jelas
itu semua tergantung kebutuhan. Pak Jokowi pernah mengatakan dasar
menentukan kementerian bukan masalah ramping atau gendut, tapi yang
terpenting dalam sebuah pemerintahan adalah kinerja di tiap kementerian
yang dibentuk dapat fokus menyelesaikan program-program yang dibuat
sesuai target.
Bagi
yang telah memenangkan pasangan pak Jokowi dan Pak JK patut juga
berterimakasih karena pak Jokowi sudah konsisten untuk tidak bagi-bagi
kursi. Dan kenyataannya memang seperti itu dari 34 menteri semuanya dari
profesional. Itu berarti terbukti kalau pak Jokowi bukan bagi-bagi
kursi, tapi bagi-bagi menteri sesuai formulasi.
Akhirnya,
mari kita berdoa, semoga Pak Presiden, Pak Wakil mampu menjalankan
tugasnya dengan baik, semoga para menterinya benar-benar profesional dan
tidak sibuk mengurusi partai dengan merangkap menjadi ketua umum
parpol, sehingga mampu bekerja dengan baik, menjalankan program yang pro
rakyat sesuai target, dan semoga mampu menjadikan Indonesia menjadi
negara yang adil, makmur dan sejahtera. Indonesia Hebat!






0 komentar:
Posting Komentar